Berita

MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERDAKWAH MELALUI PUBLIC SPEAKING

Diposting pada: 5 bulan yang lalu

MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERDAKWAH  MELALUI PUBLIC SPEAKING

Oleh: Dra. Hj. Iis Sofiah Robiah Adawiyah, M.Pd.

Public speaking adalah keterampilan komunikasi lisan yang melibatkan penyampaian pesan secara efektif kepada sekelompok orang (audiens) untuk menginformasikan, mengekspresikan pendapat, memotivasi, menghibur, atau memengaruhi. Secara historis, public speaking dulu dikenal dengan istilah retorika namun setelah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kata retorika ini diubah menjadi public speaking Public speaking juga merupakan seni dan praktik berbicara di depan umum, berfokus pada efektivitas penyampaian pesan kepada audiens. seperti pidato atau presentasi, yang dapat dikembangkan melalui latihan dan strategi yang tepat untuk membangun kepercayaan diri dan menyampaikan ide dengan jelas. Sikap percaya diri menunjukkan suatu kualitas yang dimiliki dan diyakini seseorang terhadap kemampuannya, yang sangat berguna ketika orang tersebut sedang berbicara di hadapan banyak orang, termasuk dalam berdakwah. Adanya kemampuan ini memastikan materi dakwah disampaikan secara jelas, logis, dan menyentuh hati, sehingga audiens atau mad’u dapat memahami, mengamalkan, dan menyebarkan ajaran Islam dengan lebih baik. Permasalahannya, masih banyak da’i yang mengalami kesulitan saat berbicara di depan umum, akibat kurangnya menguasai public speaking sehingga muncul sikap kurang percaya diri dan mengalami beberapa kesalahan dalam berdakwah. Beberapa kesalahan yang bersumber dari kurangnya rasa percaya diri seorang da’i dalam berbicara: 1. Memulai dengan basa-basi yang tidak perlu. 2. Tidak menjadi diri sendiri/meniru gaya orang lain. 3. Kurang relaks/terlalu tegang, grogi dan rasa takut berlebihan. 4. Membaca teks karena tidak menguasai materi. 5. Kurang bersemangat, tidak berenergi. Kesalahan tersebut tidak akan terjadi apabila berdakwah disertai dengan kemampuan Public speaking yang baik, sehingga pesan agama disampaikan efektif, terjadi koneksi yang baik dengan audiens, percaya diri meningkat, mempengaruhi dan menginspirasi masyarakat menuju perubahan positif, serta memperkuat citra dakwah. Berikut adalah langkah-langkah untuk membangun kepercayaan diri dalam berdakwah mealalui public speaking: 1. Persiapan dan Penguasaan Materi a. Riset dan Penguasaan Materi: Lakukan riset mendalam terhadap topik dakwah yang akan dibawakan agar materi benar-benar dikuasai. b. Kenali Audiens: Pahami siapa target audiens agar topik dan cara penyampaian dakwah relevan dan mudah dipahami. 2. Latihan Efektif a. Latihan Berulang Kali: Latihan adalah kunci utama. Semakin sering berlatih, semakin nyaman Anda berbicara di depan umum. b. Latihan di Depan Cermin: Berlatih di depan cermin untuk melihat ekspresi dan bahasa tubuh. c. Rekam Diri Sendiri: Rekam suara atau video saat berlatih untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, seperti intonasi atau kecepatan bicara. 3. Penguasaan Teknik Public Speaking a. Gunakan Bahasa Tubuh yang Efektif: Perhatikan postur tubuh yang tegap, kontak mata, dan gerakan tangan yang dapat menunjukkan Anda percaya diri dan menjiwai. b. Kelola Suara dan Intonasi: Gunakan suara bulat dan kuat. Atur intonasi, volume, dan nada bicara agar dakwah terdengar menarik dan makna tersampaikan dengan baik. Untuk menghasilkan suara terbaik, lakukan latihan pernafasan diafragma, latihan humming (dengung), membaca teks dengan nada rendah, mouth opening (buka mulut penuh), baca teks sambil rekam dan evaluasi c. Gunakan Storytelling, intisari ayat/hadits, Fakta: Sampaikan materi dakwah dengan cerita atau kutipan agar lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens. d. Batasi poin materi yang disampaikan: Saat berdakwah fokus pada beberapa poin, tentukan kata kunci materi, batasi dan perkuat pesan utama, dan fokus pada cara atau hikmah e. Lakukan penutupan yang kuat: sampaikan kembali kata kunci (pesan utama), sampaikan apa yang terjadi 4. Pola Pikir dan Pengelolaan Diri a. Atur Napas dan Postur Tubuh: Teknik relaksasi seperti mengatur napas dapat membantu mengatasi rasa gugup dan menjaga ketenangan. b. Fokus pada Pesan: Sampaikan materi dengan penuh energi. Jangan terlalu terpaku pada diri sendiri. Alihkan fokus pada pesan dakwah yang ingin disampaikan, sehingga audiens mendapatkan manfaat. c. Perkuat Diri dan Jangan Meremehkan: Sadari bahwa diri sendiri sangat berharga dan memiliki kualitas. Memiliki self-esteem yang baik adalah fondasi kepercayaan diri. 5. Interaksi dan Umpan Balik a. Berinteraksi dengan Audiens: Antarkan setiap kata dengan rasa. Ajak audiens berinteraksi atau lakukan active listening agar merasa lebih terhubung. Hadirkan rasa bahagia, semangat, takjub, cinta, hati-hati, dan rasa penasaran. b. Terima Umpan Balik: Setelah berdakwah, minta umpan balik dari pendengar untuk evaluasi. Ini sangat membantu proses belajar dari pengalaman dan menyebabkan kemampuan terus lebih berkembang.


Berita Lainnya

MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERDAKWAH  MELALUI PUBLIC SPEAKING
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERDAKWAH MELALUI PUBLIC SPEAKING

5 bulan yang lalu

Oleh: Dra. Hj. Iis Sofiah Robiah Adawiyah, M.Pd.

Public speaking adalah keterampilan komunikasi lisan yang melibatkan penyampaian pesan sec...

KETEGUHAN AQIDAH SEBAGAI LANDASAN KELUHURAN AKHLAK
KETEGUHAN AQIDAH SEBAGAI LANDASAN KELUHURAN AKHLAK

5 bulan yang lalu

Dra. Hj. Iis Sofiah Robiah Adawiyah, M.Pd.

”Keteguhan aqidah merupakan fondasi yang membentuk kepribadian dan perilaku mulia. Ketika sese...

RAHASIA TULISAN TANGAN DALAM MENGUNGKAPKAN KEPRIBADIAN
RAHASIA TULISAN TANGAN DALAM MENGUNGKAPKAN KEPRIBADIAN

5 bulan yang lalu

Oleh: Dra. Hj. Iis Sofiah Robiah Adawiyah, M.Pd.

Ketergantungan pada gawai seperti komputer, laptop, tablet, dan ponsel membuat keyboard da...

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAGI MUBALIGH
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAGI MUBALIGH

1 tahun yang lalu

Oleh: Dra. Hj. Iis Sofiah Robiah Adawiyah, M.Pd.

Kemampuan menulis (wrting skill) sangat penting bagi para mubaligh. Selain bisa m...


a